ALL ABOUT FARNCE II
KEBUDAYAAN PERANCIS
1. BUDAYA PERANCIS SECARA UMUM
Orang perancis terkenal sangat dingin dan arogan. Salah satu cara menghadapi hal ini adalah “parlez francais“ (bicara dengan bahasa Prancis-red). Penduduk perancis cenderung memiliki anggapan bahwa orang Amerika terlalu ramah. Di perancis, anda akan lebih dihargai jika anda mampu bersikap lebih tenang bahkan sampai ditaraf yang cenderung dingin baik dalam tindakan maupun dalan ucapan. Orang perancis cenderung menganggap sikap ramah yang terbuka sebagai hal yang tidak baik dan kurang menyenangkan. Di restoran perancis porsi yang disajikan lebih sedikit dibandingkan di negara-negara lain dan jika dilihat dari postur tubuhnya orang perancis berbadan agak kecil, hal ini mungkin juga dipengaruhi oleh porsi makan mereka yang hanya seidkit. Ketika makan orang perancis selalu makan menggunakan garpu dan pisau, tanpa sendok. Sendok hanya digunakan untuk minum sop. Kebanyakan orang perancis lebih menyukai daging daripada ikan. Kebiasaan orang perancis yang perlu diketahui bahwa sehabis makan selalau minum kopi. Minum kopi rat-rata dua kali sehari yaitu pagi dan sore. Itulah sebabnya deretan yang paling banyak di sepanjang jalanan di paris terdapat café atau tempat minum.
Perancis memiliki skor Individualism yang tinggi. Mereka respek pada kebebasan serta tanggung jawab individu dan berpandangan bahwa segala sesuatu haruslah diperjuangkan sendiri, dan harus melakukan segala pekerjaannya dengan sungguh sungguh sebagai perwujudan dari perjuangan individualismenya. Patut digaris bawahi bahwa Individualism tidaklah sama dengan mementingkan diri sendiri atau egois, namun Individualism fokus pada tanggung jawab serta hak dan kewajiban Individu.
2. BUDAYA BERBISNIS DI PERANCIS
Orang Prancis terkenal sangat dingin dan arogan. Salah satu cara menghadapi hal ini adalah parlez franVais (bicara dengan bahasa Prancis-red). Kalau bertemu klien atau membuat surat bisnis, gunakan titel Monsieur dan Madame dengan nama keluarga. Selain itu, dalam pertemuan sering terjadi ciuman pipi, di Prancis ini menandakan keakraban,. Orang Prancis sangat suka berdebat dan agak sulit 'dipatahkan', jadi Anda harus memiliki argumen yang kuat untuk menyampaikan ide.
Berikut beberapa hal yang perlu diketaui mengenai budaya berbisnis orang perancis, yaitu :
Greetings
Bagi orang perancis saat mengucapkan greeting harus diikuti dengan nama mereka, misalnya Bonjour Doni, kemudian melakukan shaking hands dan melakukan kontak mata yang mendalam, tak jarang diikuti oleh pelukan bahkan ciuman. Begitu juga andaikan setelah mengucapkan greetings, kita bertemu lagi dengan orang yang sama, maka kita harus menyapanya lagi dengan kata-kata Re – Bonjour Doni, adalah hal yang menghina jika tidak melakukan kontak mata saat mengucapkan Bonjour Doni karena hal itu bagi mereka merupakan penghinaan terhadap nilai nilai Individual yang mereka junjung tinggi, dimana terkesan tidak memperhatikan lawan bicaranya.
Gender
Peran gender tidak dibedakan, baik laki laki maupun perempuan memiliki kesempatan yang sama. Organisasi Perancis tidak menekankan kepada apakah seseorang itu pria atau wanita untuk menduduki jabatan tertentu seperti di negara negara maskulin, namun lebih merujuk kepada kemampuan untuk analisa, rasionalisasi, sintesis logika berpikir, problem solvings.
Dimensi Kultur
Perancis memiliki karakteristik Universalism vs Particularism. Dari dimensi ini, Perancis tergolong moderate, artinya tidak universalism kuat dan juga tidak particularism ekstrem. Orang Perancis memang lebih suka untuk merekrut sesama orang Perancis , seringkali mereka memang sangat subyektif dalam melakukan perekrutan, namun mereka juga tidak mau melanggar rules, andaikata memang tidak diperbolehkan membentuk tim yang homogen, semuanya terdiri dari orang Perancis, serta apabila orang Perancis tersebut memang tidak memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan, mereka juga tidak akan memaksa. Sehingga mereka tetap dapat mempertanggung jawabkan hasil kerja bagi setiap orang Perancis yang mereka rekrut.
Dimensi Emosional
Dalam dimensi ini, Perancis cenderung bersifat Emosional walaupun tidak setinggi Cina atau Venezuela. Mereka mementingkan baik sentuhan verbal maupun nonverbal. Adalah umum bagi orang Perancis untuk melakukan sentuhan, tatapan mata mendalam, shaking hands, bahkan ciuman. Tak heran orang Perancis dikenal sebagai orang orang yang romantis sampai sampai identik dengan French Kiss. Watak orang Perancis adalah to the point, tidak suka basa basi, tidak berlama lama bercengkerama yang tidak ada kaitannya dengan bisnis atau masalah tertentu. Imbasnya, mereka seringkali mengungkapkan ketidak puasan nya terhadap sesuatu atau lawan bicaranya secara to the point, tanpa basa basi sama sekali., bahkan memecat karyawanpun secara terus terang, tanpa banyak alasan serta penjelasan.
Motivation and Leadership
Perancis memiliki skor Uncertainty Avoidance yang tinggi, dalam hal ini maka mereka selalu merindukan rasa aman dalam kehidupannya. Seorang Perancis tidak akan keberatan untuk bekerja sangat keras, karena menurut mereka, dengan bekerja keras maka mereka akan memiliki performance yang bagus di mata manajer, serta berpeluang mendapatkan promosi ataupun berbagai benefit dari perusahaan, di mana semuanya itu bisa mengakomodasi kerinduan mereka pada rasa aman : aman secara financial, aman dalam hal kedudukan kerjanya, serta aman dalam status sosialnya. Hal inilah yang memotivasi orang - orang Perancis untuk giat bekarja.
seorang leader cenderung menggunakan gaya manajemen “ tangan besi “.Mereka benar benar menjaga jarak dengan bawahannya, dan benar benar memutuskan apapun sesuai dengan keinginan dan pertimbangan mereka, tanpa mempertimbangkan aspirasi bawahannya. Dalam gaya manajemen Perancis, mereka menutup rapat-rapat aspirasi dari bawahan, apalagi mengajak bawahannya untuk berpartisipasi. Selain itu ,dengan kondisi uncertainty avoidance yang juga tinggi, para leader di perancis bersikap antipati terhadap adanya demokrasi dalam organisasi mereka, karena dari sudut pandang mereka, demokrasi merupakan pangkal dari ketidak pastian. Leader memiliki hak prerogative dan berbagai hak khusus lainnya dalam memimpin organisasi.
3. Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Jika Memiliki Klient Orang Perancis
Hal pertama yang perlu kita lakukan pada saat bebisnis dengan orang Perancis,tentu saja memperlakukannya sebagai individu, seperti yang telah dibahas diatas, adalah hal yang penting bagi orang Perancis untuk disapa dengan menyebut namanya. Selain itu dengan adanya karakter orang Perancis yang memiliki Uncertainty Avoidance tinggi, sebaiknya benar-benar menjaga agar jangan sampai mengusiknya dan membuat dia merasa tidak aman. Melihat Spesifiknya budaya Perancis, sebaiknya kita langsung kepokok persoalan, dan tidak perlu berbasa basi. Perlu diperhatikan juga, bahwa untuk berbisnis dengan orang Perancis sebaiknya menunjukkan kalau kita memiliki knowledge serta komitment dalam berbisnis dengannya, Orang Perancis juga sangat menghargai meeting yang efisien, maka pada saat melakukan meeting dengan orang perancis hendaknya berlaku efisien dan memiliki agenda yang jelas serta relevan. Jangan sampai mereka merasa bahwa meeting bersama kita merupakan sesuatu yang membuang waktu saja, yang perlu diperhatikan juga, jangan sampai mereka merasa diserang, apabila kita tidak setuju terhadap pandangan mereka,hendaknya disampaikan secara diplomatis agar mereka dapat memahami, bukan merasa diserang . Hal lain yang perlu dipahami, bahwa akan jauh mempermudah bagi kita apabila kita dapat berbahasa Perancis. Karena Perancis, sebagaimana orang Inggris dan Jerman sangat fanatic dengan bahasanya.
1. BUDAYA PERANCIS SECARA UMUM
Orang perancis terkenal sangat dingin dan arogan. Salah satu cara menghadapi hal ini adalah “parlez francais“ (bicara dengan bahasa Prancis-red). Penduduk perancis cenderung memiliki anggapan bahwa orang Amerika terlalu ramah. Di perancis, anda akan lebih dihargai jika anda mampu bersikap lebih tenang bahkan sampai ditaraf yang cenderung dingin baik dalam tindakan maupun dalan ucapan. Orang perancis cenderung menganggap sikap ramah yang terbuka sebagai hal yang tidak baik dan kurang menyenangkan. Di restoran perancis porsi yang disajikan lebih sedikit dibandingkan di negara-negara lain dan jika dilihat dari postur tubuhnya orang perancis berbadan agak kecil, hal ini mungkin juga dipengaruhi oleh porsi makan mereka yang hanya seidkit. Ketika makan orang perancis selalu makan menggunakan garpu dan pisau, tanpa sendok. Sendok hanya digunakan untuk minum sop. Kebanyakan orang perancis lebih menyukai daging daripada ikan. Kebiasaan orang perancis yang perlu diketahui bahwa sehabis makan selalau minum kopi. Minum kopi rat-rata dua kali sehari yaitu pagi dan sore. Itulah sebabnya deretan yang paling banyak di sepanjang jalanan di paris terdapat café atau tempat minum.
Perancis memiliki skor Individualism yang tinggi. Mereka respek pada kebebasan serta tanggung jawab individu dan berpandangan bahwa segala sesuatu haruslah diperjuangkan sendiri, dan harus melakukan segala pekerjaannya dengan sungguh sungguh sebagai perwujudan dari perjuangan individualismenya. Patut digaris bawahi bahwa Individualism tidaklah sama dengan mementingkan diri sendiri atau egois, namun Individualism fokus pada tanggung jawab serta hak dan kewajiban Individu.
2. BUDAYA BERBISNIS DI PERANCIS
Orang Prancis terkenal sangat dingin dan arogan. Salah satu cara menghadapi hal ini adalah parlez franVais (bicara dengan bahasa Prancis-red). Kalau bertemu klien atau membuat surat bisnis, gunakan titel Monsieur dan Madame dengan nama keluarga. Selain itu, dalam pertemuan sering terjadi ciuman pipi, di Prancis ini menandakan keakraban,. Orang Prancis sangat suka berdebat dan agak sulit 'dipatahkan', jadi Anda harus memiliki argumen yang kuat untuk menyampaikan ide.
Berikut beberapa hal yang perlu diketaui mengenai budaya berbisnis orang perancis, yaitu :
Greetings
Bagi orang perancis saat mengucapkan greeting harus diikuti dengan nama mereka, misalnya Bonjour Doni, kemudian melakukan shaking hands dan melakukan kontak mata yang mendalam, tak jarang diikuti oleh pelukan bahkan ciuman. Begitu juga andaikan setelah mengucapkan greetings, kita bertemu lagi dengan orang yang sama, maka kita harus menyapanya lagi dengan kata-kata Re – Bonjour Doni, adalah hal yang menghina jika tidak melakukan kontak mata saat mengucapkan Bonjour Doni karena hal itu bagi mereka merupakan penghinaan terhadap nilai nilai Individual yang mereka junjung tinggi, dimana terkesan tidak memperhatikan lawan bicaranya.
Gender
Peran gender tidak dibedakan, baik laki laki maupun perempuan memiliki kesempatan yang sama. Organisasi Perancis tidak menekankan kepada apakah seseorang itu pria atau wanita untuk menduduki jabatan tertentu seperti di negara negara maskulin, namun lebih merujuk kepada kemampuan untuk analisa, rasionalisasi, sintesis logika berpikir, problem solvings.
Dimensi Kultur
Perancis memiliki karakteristik Universalism vs Particularism. Dari dimensi ini, Perancis tergolong moderate, artinya tidak universalism kuat dan juga tidak particularism ekstrem. Orang Perancis memang lebih suka untuk merekrut sesama orang Perancis , seringkali mereka memang sangat subyektif dalam melakukan perekrutan, namun mereka juga tidak mau melanggar rules, andaikata memang tidak diperbolehkan membentuk tim yang homogen, semuanya terdiri dari orang Perancis, serta apabila orang Perancis tersebut memang tidak memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan, mereka juga tidak akan memaksa. Sehingga mereka tetap dapat mempertanggung jawabkan hasil kerja bagi setiap orang Perancis yang mereka rekrut.
Dimensi Emosional
Dalam dimensi ini, Perancis cenderung bersifat Emosional walaupun tidak setinggi Cina atau Venezuela. Mereka mementingkan baik sentuhan verbal maupun nonverbal. Adalah umum bagi orang Perancis untuk melakukan sentuhan, tatapan mata mendalam, shaking hands, bahkan ciuman. Tak heran orang Perancis dikenal sebagai orang orang yang romantis sampai sampai identik dengan French Kiss. Watak orang Perancis adalah to the point, tidak suka basa basi, tidak berlama lama bercengkerama yang tidak ada kaitannya dengan bisnis atau masalah tertentu. Imbasnya, mereka seringkali mengungkapkan ketidak puasan nya terhadap sesuatu atau lawan bicaranya secara to the point, tanpa basa basi sama sekali., bahkan memecat karyawanpun secara terus terang, tanpa banyak alasan serta penjelasan.
Motivation and Leadership
Perancis memiliki skor Uncertainty Avoidance yang tinggi, dalam hal ini maka mereka selalu merindukan rasa aman dalam kehidupannya. Seorang Perancis tidak akan keberatan untuk bekerja sangat keras, karena menurut mereka, dengan bekerja keras maka mereka akan memiliki performance yang bagus di mata manajer, serta berpeluang mendapatkan promosi ataupun berbagai benefit dari perusahaan, di mana semuanya itu bisa mengakomodasi kerinduan mereka pada rasa aman : aman secara financial, aman dalam hal kedudukan kerjanya, serta aman dalam status sosialnya. Hal inilah yang memotivasi orang - orang Perancis untuk giat bekarja.
seorang leader cenderung menggunakan gaya manajemen “ tangan besi “.Mereka benar benar menjaga jarak dengan bawahannya, dan benar benar memutuskan apapun sesuai dengan keinginan dan pertimbangan mereka, tanpa mempertimbangkan aspirasi bawahannya. Dalam gaya manajemen Perancis, mereka menutup rapat-rapat aspirasi dari bawahan, apalagi mengajak bawahannya untuk berpartisipasi. Selain itu ,dengan kondisi uncertainty avoidance yang juga tinggi, para leader di perancis bersikap antipati terhadap adanya demokrasi dalam organisasi mereka, karena dari sudut pandang mereka, demokrasi merupakan pangkal dari ketidak pastian. Leader memiliki hak prerogative dan berbagai hak khusus lainnya dalam memimpin organisasi.
3. Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Jika Memiliki Klient Orang Perancis
Hal pertama yang perlu kita lakukan pada saat bebisnis dengan orang Perancis,tentu saja memperlakukannya sebagai individu, seperti yang telah dibahas diatas, adalah hal yang penting bagi orang Perancis untuk disapa dengan menyebut namanya. Selain itu dengan adanya karakter orang Perancis yang memiliki Uncertainty Avoidance tinggi, sebaiknya benar-benar menjaga agar jangan sampai mengusiknya dan membuat dia merasa tidak aman. Melihat Spesifiknya budaya Perancis, sebaiknya kita langsung kepokok persoalan, dan tidak perlu berbasa basi. Perlu diperhatikan juga, bahwa untuk berbisnis dengan orang Perancis sebaiknya menunjukkan kalau kita memiliki knowledge serta komitment dalam berbisnis dengannya, Orang Perancis juga sangat menghargai meeting yang efisien, maka pada saat melakukan meeting dengan orang perancis hendaknya berlaku efisien dan memiliki agenda yang jelas serta relevan. Jangan sampai mereka merasa bahwa meeting bersama kita merupakan sesuatu yang membuang waktu saja, yang perlu diperhatikan juga, jangan sampai mereka merasa diserang, apabila kita tidak setuju terhadap pandangan mereka,hendaknya disampaikan secara diplomatis agar mereka dapat memahami, bukan merasa diserang . Hal lain yang perlu dipahami, bahwa akan jauh mempermudah bagi kita apabila kita dapat berbahasa Perancis. Karena Perancis, sebagaimana orang Inggris dan Jerman sangat fanatic dengan bahasanya.

