La Grande Mosquée de Paris
La Grande Mosquée de Paris adalah masjid pertama yang dibangun di Prancis, selain itu merupakan masjid terbesar di Prancis, dan keputusan untuk membangun masjid besar dan luas adalah sebagai penghargaan bagi komunitas Arab Perancis yang bertempur di Perang Dunia Pertama , terutama kepada mereka yang mengorbankan nyawa pada Pertempuran Verdun tahun 1916.
Masjid ini didirikan pada tahun 1926 dari kerajaan colonial Perancis sebagai tanda syukur kepada tirailleurs Muslim (komunitas Arab Prancis) setelah Perang Dunia I. Ada sekitar 100.000 tirailleurs Muslim yang meninggal berperang melawan Jerman.
Mosquée de Paris terletak di Latin Quarter di Arondisemen ke-5 dari Paris dan terletak berdekatan dengan Jardin des Plantes dan di belakang Institut du Monde Arab. Masjid ini dibangun mengikuti gaya Mudejar, dan memiliki menara setinggi 33 meter. Mesjid ini diresmikan oleh Presiden Gaston Doumergue pada tanggal 15 Juli 1926. Ahmad al-Alawi seorang Sufi Aljazair, memimpin doa bersama pertama di hadapan presiden Prancis untuk meresmikan masjid yang baru dibangun.
Masjid Paris atau Mosquée de Paris, rumah ibadah yang konon berasitektur Spanyol dan Afrika utara ini akhirnya masuk dalam agenda liburan keluarga di Paris. Benar saja, tak hanya cantik menawan namun juga teduh terasa saat memasukinya. Kumandang Azan terdengar meskipun hanya menggema di dalam area masjid namun panggilan shalat itu membuat kalbu terharu. Suasana asri dan sejuk langsung menyambar pemandangan.
Bagian utama Mosquée de Paris di tengah-tengahnya berupa taman asri dengan bunga-bunga cantik dan pohon palem. Juga air mancur yang mengalir kebeberapa penjuru di tamannya. Lalu lorong-lorong tempat berbagai keperluan. Seperti madrasah, ruang andmistrasi, ruang pertemuan hingga perpustakaan. Di bagian kedua masjid, pilar-pilar berbaris sepanjang lorong dengan lantai keramik dan di tengahnya terdapat teras besar terbuka.
Di bagian kedua inilah ruang ibadah dengan dekorasi dari berbagai dunia Islam menyatu. Masjid Paris bersih dan rapi. Tempat wudhu bagi wanita dan pria terpisah jauh. Wanita berada di dalam dan pria berada di halaman. Baiknya, masjid bisa dijangkau bagi penyandang cacat, mereka yang memakai kursi roda dapat memasuki masjid tanpa kesulitan. Suara Azan berkumandang terdengar dari Minaret of the Paris Mosque (menara masjid paris).
Di dalam masjid terdapat ruang shalat, ruangan tersebut memiliki tata letak yang tidak biasa yang memberikan nuansa terbuka dan lapang (luas), namun meskipun orang-orang dari budaya lain (non muslim) tidak diizinkan masuk ke ruang shalat, mereka diperbolehkan untuk masuk sekitaran halaman masjid untuk menghargai keindahannya. Hal ini memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk melihat warisan Islam yang indah yang sekarang menjadi gaya hidup bagi hampir 25 persen dari populasi di Perancis.
Di dalam Mosquée de Paris terdapat sebuah makam Imam pertama dari masjid ini, Imam tersebut telah menyelamatkan lebih dari dua ratus orang Yahudi dengan menyembunyikan mereka di basement, menyelamatkan mereka dari kamp-kamp konsentrasi selama keberadaan Adolph Hitler di Paris ketika perang.
Selain itu di dalam halaman masjid, ada kafe dan ruang teh yang disebut Café Maure de la Mosquée yang dengan gaya otentik Utara Afrika, di mana Anda bisa duduk minum teh mint dan makan kue kering, tapi ada juga restoran bernama Aux Portes de l'Orient yang menyajikan masakan tradisional Timur-Tengah dengan kelezatan seperti couscous yag cocok untuk dinikmati pada saat berbuka puasa.
Alamat & kontak:
La Grande Mosquee de Paris
2 Bis Place du Puits de l'Ermite
75005
Paris
France
Telepon: +33 1 45 35 97 33
Fax : (+33) 1 45 35 16 23
Informasi lebih lengkap mengenai Masjid Paris kunjungi :
http://www.mosquee-de-paris.org/
#foto : tampak luar Mosquée de Paris
La Grande Mosquée de Paris adalah masjid pertama yang dibangun di Prancis, selain itu merupakan masjid terbesar di Prancis, dan keputusan untuk membangun masjid besar dan luas adalah sebagai penghargaan bagi komunitas Arab Perancis yang bertempur di Perang Dunia Pertama , terutama kepada mereka yang mengorbankan nyawa pada Pertempuran Verdun tahun 1916.
Masjid ini didirikan pada tahun 1926 dari kerajaan colonial Perancis sebagai tanda syukur kepada tirailleurs Muslim (komunitas Arab Prancis) setelah Perang Dunia I. Ada sekitar 100.000 tirailleurs Muslim yang meninggal berperang melawan Jerman.
Mosquée de Paris terletak di Latin Quarter di Arondisemen ke-5 dari Paris dan terletak berdekatan dengan Jardin des Plantes dan di belakang Institut du Monde Arab. Masjid ini dibangun mengikuti gaya Mudejar, dan memiliki menara setinggi 33 meter. Mesjid ini diresmikan oleh Presiden Gaston Doumergue pada tanggal 15 Juli 1926. Ahmad al-Alawi seorang Sufi Aljazair, memimpin doa bersama pertama di hadapan presiden Prancis untuk meresmikan masjid yang baru dibangun.
Masjid Paris atau Mosquée de Paris, rumah ibadah yang konon berasitektur Spanyol dan Afrika utara ini akhirnya masuk dalam agenda liburan keluarga di Paris. Benar saja, tak hanya cantik menawan namun juga teduh terasa saat memasukinya. Kumandang Azan terdengar meskipun hanya menggema di dalam area masjid namun panggilan shalat itu membuat kalbu terharu. Suasana asri dan sejuk langsung menyambar pemandangan.
Bagian utama Mosquée de Paris di tengah-tengahnya berupa taman asri dengan bunga-bunga cantik dan pohon palem. Juga air mancur yang mengalir kebeberapa penjuru di tamannya. Lalu lorong-lorong tempat berbagai keperluan. Seperti madrasah, ruang andmistrasi, ruang pertemuan hingga perpustakaan. Di bagian kedua masjid, pilar-pilar berbaris sepanjang lorong dengan lantai keramik dan di tengahnya terdapat teras besar terbuka.
Di bagian kedua inilah ruang ibadah dengan dekorasi dari berbagai dunia Islam menyatu. Masjid Paris bersih dan rapi. Tempat wudhu bagi wanita dan pria terpisah jauh. Wanita berada di dalam dan pria berada di halaman. Baiknya, masjid bisa dijangkau bagi penyandang cacat, mereka yang memakai kursi roda dapat memasuki masjid tanpa kesulitan. Suara Azan berkumandang terdengar dari Minaret of the Paris Mosque (menara masjid paris).
Di dalam masjid terdapat ruang shalat, ruangan tersebut memiliki tata letak yang tidak biasa yang memberikan nuansa terbuka dan lapang (luas), namun meskipun orang-orang dari budaya lain (non muslim) tidak diizinkan masuk ke ruang shalat, mereka diperbolehkan untuk masuk sekitaran halaman masjid untuk menghargai keindahannya. Hal ini memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk melihat warisan Islam yang indah yang sekarang menjadi gaya hidup bagi hampir 25 persen dari populasi di Perancis.
Di dalam Mosquée de Paris terdapat sebuah makam Imam pertama dari masjid ini, Imam tersebut telah menyelamatkan lebih dari dua ratus orang Yahudi dengan menyembunyikan mereka di basement, menyelamatkan mereka dari kamp-kamp konsentrasi selama keberadaan Adolph Hitler di Paris ketika perang.
Selain itu di dalam halaman masjid, ada kafe dan ruang teh yang disebut Café Maure de la Mosquée yang dengan gaya otentik Utara Afrika, di mana Anda bisa duduk minum teh mint dan makan kue kering, tapi ada juga restoran bernama Aux Portes de l'Orient yang menyajikan masakan tradisional Timur-Tengah dengan kelezatan seperti couscous yag cocok untuk dinikmati pada saat berbuka puasa.
Alamat & kontak:
La Grande Mosquee de Paris
2 Bis Place du Puits de l'Ermite
75005
Paris
France
Telepon: +33 1 45 35 97 33
Fax : (+33) 1 45 35 16 23
Informasi lebih lengkap mengenai Masjid Paris kunjungi :
http://www.mosquee-de-paris.org/
#foto : tampak luar Mosquée de Paris

1 komentar:
Borgata Hotel Casino & Spa, Atlantic City NJ - JT Hub
JT Hub provides you with the best deals on hotels, shows, entertainment, 의정부 출장마사지 restaurants and more for rent 시흥 출장마사지 on JT-Borgata Hotel 문경 출장마사지 Casino & Spa, Atlantic City NJ 서울특별 출장안마 in NJ. 평택 출장샵
Posting Komentar